Berhentilah Memomong Pasangan Anda

Published November 12, 2012 by siscachookawaiishop

 

 

 

Selalu khawatir, selalu memperhatikan, terlalu protektif bisa membahayakan hubungan Anda. Mengurus pasangan Anda saat dia sakit atau memberinya dukungan saat dia dalam masalah memang perlu, tapi menjadi pengasuhnya setiap saat? Hmm, jangan lakukan.

Dr. Marie-Claude Gavard telah menganalisa beberapa skenario untuk kita, dan memberi saran untuk menyeimbangkan hubungan Anda.

Menjadi orangtua

“Saat ada bayi dalam keluarga, banyak wanita mulai memperlakukan semua orang seperti bayi mereka, dimulai dari pasangan mereka,” ujar Dr. Marie-Claude Gavard. Menjadi seorang ibu artinya akan menjadi pengasuh, terutama pada anggota keluarga. Anda akan menjadi penjaga keluarga dan bertugas menjaga keseimbangan rumah. Anda tidak akan lagi memandang pasangan Anda secara setara, dan berakhir menjadi pengasuh semua orang.

Bahayanya adalah Anda akan menjadi seperti induk ayam. “Anda tidak lagi melihat pasangan Anda sebagai orang dewasa atau pasangan seksual,” ujar para ahli. Dalam situasi tersebut, pria akan merasa ditolak atau diperlakukan seperti anak kecil — hal itu hanya akan merusak kehidupan seks Anda! Pria merasa perlu membuktikan maskulinitasnya dan ketegasannya, khususnya terhadap Anda.

Induk singa yang menjaga anaknya harus siaga. Anda akan melakukan yang terbaik untuk menjaga keluarga. Pada saat yang sama, beberapa bulan setelah melahirkan, menjadi pengasuh pasangan Anda bisa berdampak serius pada pasangan Anda. “Ada beberapa tanda yang harus Anda perhatikan,” ujar para ahli. Pria akan berkata seperti: “Mungkin kamu harus pergi ke salon?” atau dia akan menyarankan Anda untuk menitipkan anak pada orangtua agar Anda berakhir pekan bersama. Pastikan Anda mengatakan ya pada sarannya. Dia hanya ingin wanita yang dicintainya kembali.

Cinta tanpa syarat
Setiap saat Anda bertanya apakah dia baik-baik saja, apakah dia sudah makan siang, apakah dia cukup hangat, dan lain-lain. Maka tidak diragukan lagi perasaan Anda ada di tempat yang tepat, tapi Anda cenderung bicara seperti dia adalah seorang anak kecil. “Anda mungkin berpikir untuk memanjakannya seperti seorang ibu dan meyakinkannya, Anda akan selalu mencintainya.” ujar Dr. Marie-Claude Gavard.

Para wanita sering bilang bahwa pria “tidak pernah dewasa”. Tapi kenyataannya merekalah yang tidak ingin pria menjadi dewasa! Hasilnya adalah jika pria membuat kesalahan yang bodoh, maka wanita akan membiarkannya. Mereka mencoba meniru cinta tanpa syarat dari seorang ibu pada anaknya.

“Sifat keibuan Anda tentu saja akan meyakinkannya, tapi jangan lupa bahwa pria juga perlu membuktikan kejantanannya dalam sebuah hubungan,” ujar seorang psikolog. Seiring waktu, dia akan kehilangan rasa kejantanannya dan merasa perlu mencari kembali jati diri dan perannya dalam hubungan tersebut. Jika Anda bertindak seperti seorang ibu terlalu banyak, risiko rusaknya hubungan Anda akan semakin besar.

Tahan dorongan untuk mengasuhnya dan ubahlah dengan cara yang lebih dewasa, dengan kelembutan misalnya. Hal itu tidak akan menjauhkan Anda dari aspek seksual. “Jika dia sakit, butuh dukungan moral, atau sedang dalam masalah, sifat ‘keibuan’ Anda bisa menolong, tapi hanya sekali-sekali,” ujar seorang psikologis. Yang paling utama, memperlakukannya seperti anak kecil akan membuatnya menjadi tidak bertanggungjawab. Jangan takut dengan konflik, argumen bisa memperkuat hubungan.

Ibu tahu yang terbaik?
Anda selalu tahu yang dia butuhkan. Dan Anda juga bisa sangat kritis pada kelakuannya, tapi Anda terlalu sering ikut campur, dan tidak memberi kesempatan untuk membuat keputusan sendiri. Dia harus memberi penjelasan setiap dia terlambat seperti anak sekolah, dan melaporkan apa pun yang dia kerjakan.

Anda seperti tidak percaya dan memeriksanya sepanjang waktu seperti ibu mengawasi anaknya. “Hati-hati! Anda bertindak seperti ibu pada pasangan Anda,” ujar Dr. Marie-Claude Gavard.

Intervensi secara konstan jarang berefek positif dalam sebuah hubungan. Salah satu dari Anda akan mendominasi. Ide menjadi pasangan yang setara tidak akan terwujud, dan tidak akan ada kebebasan. Para ahli menambahkan: “Ketika berhadapan dengan sikap mendominasi, dia mungkin hanya akan pasrah, seperti Anda adalah ibunya. Dalam jangka panjang dia akan menjadi depresi dan menyimpan jati diri sebagai pria. Dia juga bisa memberontak seperti remaja — terutama jika dia tidak pernah melakukan itu sebelumnya.

“Tanyakan pada diri sendiri, bahaya apa jika ada satu orang yang punya kebebasan lebih?” ujar seorang psikolog. Anda bisa mendapat segalanya dengan memberikannya rasa percaya diri dan tidak terlalu mengatur seolah-olah hanya Anda yang bertanggung jawab.

Mengasuh dalam situasi lain
Pria kadang bisa bertindak kekanak-kanakan dalam sebuah hubungan karena ingin diasuh oleh seseorang. Anda juga akan menemukan wanita dengan peran yang sama. Hal penting adalah memastikan keseimbangan dan kedua pihak mendapat apa yang mereka inginkan dari sebuah hubungan.
Meski hubungan seperti itu bisa dijalankan oleh Anda berdua, terlalu mengekang salah satu pihak memiliki konsekuensi pada kehidupan seks Anda. Hubungan seperti itu jarang menyisakan waktu untuk terpenuhinya kebutuhan seksual, dan akibatnya dorongan seks akan menjadi rendah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: